PAUD Untuk Tumbuh Kembang Anak

Pendidikan Anak Usia Dini atau yang biasa disebut PAUD merupakan upaya pendampingan dan pembimbingan pada anak sejak usia dini untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan rohani dan jasmani sebelum memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi. Usia dini adalah anak yang berusia 3 tahun sampai dengan 6 tahun. Rentang usia tersebut juga sering dikatakan sebagai masa emas karena anak sudah bisa menerima berbagai dampak dan pelajaran dari lingkungan. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya (Ariyanti, 2016). PAUD bertujuan untuk melatih anak agar dapat berpikir logis, kritis, memecahkan masalah dan dapat menemukan hubungan sebab akibat.  Di dalam proses pembelajarannya, PAUD juga melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan potensi-potensi yang dimiliki seorang anak.

PAUD memiliki 5 fungsi yang berbeda (Wijana, 2010), yaitu membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan (fungsi adaptasi); membantu anak memiliki keterampilan untuk bergaul dalam kehidupan sehari-hari dimana anak berada (fungsi sosialisasi); pengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak (fungsi pengembangan); memberi kesempatan bermain dan bereksplorasi pada anak serta membangun pengetahuannya sendiri (fungsi bermain); dan investasi jangka panjang yang dapat menguntungkan pada setiap rentang perkembangan selanjutnya (fungsi ekonomik). Di dalam proses pembelajarannya, PAUD memiliki 5 metode (www.paud.id), yaitu:

  1. Metode bermain, merupakan proses pembelajaran yang menerapkan permainan sebagai wahana belajar. Metode ini memiliki 5 manfaat, yaitu manfaat motorik (jasmani anak), manfaat afeksi (perkembangan psikologis anak), manfaat kognitif (kecerdasan dan imajinasi anak), manfaat spiritual (pembentukan nilai dan akhlak manusia), dan manfaat keseimbangan (melatih dan mengembangkan perpaduan nilai positif dan negatif dari mainan).
  2. Metode cerita, dalam proses pembelajaran guru bercerita tentang cerita rakyat, dongeng, ataupun mitos yang disisipkan nilai moral. Metode ini bertujuan agar anak dapat memecahkan masalah yang dimilikinya kelak.
  3. Metode bernyanyi/musik, yaitu menggunakan media musik sebagai wahana belajar karena memiliki peran besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa dan karakter manusia.
  4. Metode karyawisata, metode ini memiliki makna penting bagi perkembangan anak karena dapat membangkitkan minat anak pada suatu hal, memperoleh informasi yang luas, memperkaya lingkup belajar anak.
  5. Metode demonstrasi, yaitu menunjukkan dan menjelaskan langkah-langkah mengerjakan sesuatu. Metode ini dapat membantu anak mengamati dan melakukan pekerjaan secara teliti, cermat, dan tepat.

 

Daftar Rujukan:

Ariyanti, Tatik. 2016. Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Dinamika Pendidikan Dasar. Vol. 08, No. 1, Maret 2016: 50-58. http://jurnalnasional.ump.ac.id diakses pada tanggal 24 Juni 2019.

Wijana, Widarmi D, dkk. 2010. Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Gaung Persada.

paud.kemendikbud.go.id

www.paud.id

www.kajianpustaka.com

Copyright:

Teks: Admin PBG